
loading…
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. FOTO/Bernama
“Investasi di eFishery juga melibatkan sejumlah investor institusi internasional terkemuka dan dana investasi teknologi, termasuk Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar,” kata Anwar dalam jawaban tertulis kepada parlemen, seperti dikutip dari New Straits Times, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Anwar, yang juga menjabat Menteri Keuangan Malaysia, menjelaskan keputusan investasi tersebut diambil setelah melalui proses uji tuntas (due diligence) dan tata kelola yang berlaku berdasarkan informasi yang tersedia saat itu. KWAP juga mengkaji laporan keuangan yang telah diaudit dan diverifikasi oleh auditor internasional sebelum menyetujui investasi.
Menurut Anwar, seluruh anggota konsorsium investor melakukan penelaahan secara independen untuk memastikan informasi yang disampaikan perusahaan lengkap dan dapat dipercaya. Namun, belakangan terungkap bahwa manajemen eFishery diduga memanipulasi laporan keuangan sehingga merugikan para investor institusi.