
loading…
Sebanyak 92% konsumen melaporkan masih menerima ganula yang rentan meluruhkan zat kimia berbahaya. FOTO/dok.SindoNews
Kondisi ini, menurut David, berpotensi mengancam kesehatan lebih dari 92 juta penduduk Indonesia karena banyak riset menunjukkan BPA berpotensi memicu obesitas, diabetes, dan gangguan reproduksi.
“Berdasarkan data BPS, ada 34% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum dari galon. Itu berarti lebih dari 26 juta rumah tangga. Jadi, dari pengaduan tersebut, bisa diperkirakan 92 juta penduduk terancam kesehatannya oleh peluruhan BPA,” kata David mengungkap besarnya skala masalah ini dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.
Temuan tersebut merupakan kelanjutan dari tiga tahun aktivitas pemantauan intensif yang dilakukan KKI. Pada 2024, KKI menggelar survei nasional terhadap 450 responden, disusul investigasi langsung ke puluhan agen dan toko kelontong di Jabodetabek pada 2025. Sebagai tindak lanjut, KKI membuka Kanal Pengaduan Konsumen sepanjang Maret hingga April 2026.
“Dari 250 pengaduan yang masuk dari tujuh kota besar, mayoritas pelapor memvalidasi bahwa mereka masih mengonsumsi air dari galon yang telah berusia di atas satu tahun atau ganula,” lanjut David.