Kemitraan Indonesia dan Korsel Makin Strategis, Kemlu RI Soroti Peran Middle Power di Indo-Pasifik



loading…

Kemitraan Indonesia dan Korsel makin strategis, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri, Dr. Santo Darmosumarto soroti peran Middle Power di Indo-Pasifik. Foto/Istimewa

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa Korea Selatan (Korsel) tetap menjadi salah satu mitra strategis utama dalam kebijakan luar negeri Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri, Dr. Santo Darmosumarto, yang menilai hubungan kedua negara memiliki dimensi strategis yang semakin luas, mulai dari ekonomi, industri pertahanan, hingga penguatan stabilitas kawasan.

Menurut Santo, Korea Selatan bukan sekadar mitra ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi special strategic partner bagi Indonesia dengan hubungan historis yang kuat.

“Korea Selatan selalu menjadi negara strategis bagi Indonesia. Tidak hanya karena investasi dan perdagangan, tetapi juga kerja sama yang bersifat historis, termasuk pengalaman demokratisasi, governance, hingga pembelajaran pembangunan ibu kota baru,” ujarnya dalam acara sosialisasi Lomba Menulis yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) bertema ’’Kemitraan Strategis RI-Korsel 2026: Pertahanan, AI, dan Pengembangan SDM’’ di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Dalam arsitektur geopolitik Indo-Pasifik yang semakin kompetitif, Indonesia dan Korea Selatan dipandang memiliki posisi serupa sebagai middle power yang berperan menjaga keseimbangan kawasan.

Santo menjelaskan bahwa kedua negara bersama Australia pernah dikenal dalam konsep kerja sama negara menengah dengan akronim KIA (Korea, Indonesia, Australia), kelompok negara yang memiliki perspektif sejalan dalam menjaga stabilitas regional.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *