Ini Alasan Tema Kematian Dipilih dalam Film ‘Omnibus Mortemus’



loading…

Peluncuran perdana film Omnibus Mortemus di Griya Tapa Pasar Minggu Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2026). Foto: Niko Prayoga

JAKARTA – Founder MondiBlanc Film Workshop, Nosa Nurmanda mengungkapkan alasan dibalik tema besar “Kematian” dalam antologi film pendek bertajuk “Omnibus Mortemus” yang tayang perdana hari ini di Griya Tapa Pasar Minggu Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2026).

Nosa mengatakan bahwa alasan dibalik pengambilan tema kematian ini karena tren kematian tahun ini yang tengah banyak terjadi. Apalagi, psikologis masyarakat dalam dua tahun terakhir dinilai penuh dengan kelelahan emosional dengan berbagai polemik yang terjadi. Hal itu akhirnya tercermin dan diras oleh para penulis serta pembuat film dalam Omnibus Mortemus.

“Karena tahun ini trennya ke situ arahnya. Anak-anaknya ke situ arahnya. Mungkin juga tahun ini karena tahun lalu ada Indonesia gelap lah, apalah kayaknya semua orang tuh capek tahun ini. Dua tahun terakhir ini orang tuh capek gitu,” kata Nosa saat diwawancarai, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga : Omnibus Mortemus Resmi Tayang, Angkat Tema Kematian Lewat 5 Film Pendek Berbeda Genre

Berbagai macam hal tersebut akhirnya membuat para penulis MondiBlanc Film Workshop memilih sudut pandang ke arah isu-isu yang kelam dan marginal, mulai dari persoalan kesejahteraan hingga mandeknya penegakan hak asasi manusia. Hingga akhirnya, sisi paling gelap dan akhir dari semua yaitu “Kematian” menjadi tema besar.

Bahkan, lima film yang ada dalam Omnibus Mortemus semuanya menampilkan momen kematian meski dibalut dengan berbagai genre dari mulai dokumenter, konspirasi, komedi, fiksi sains distopia dan lain sebagainya.

“Jadi tren yang keluar dari anak-anak penulis, arahnya ke situ. Ke kemiskinan, masa depan yang sangat-sangat gelap, tidak ada matahari di masa depan gitu. Atau tentang HAM kita yang enggak pernah diurus,” ucap dia.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *