
loading…
Kapal yang melintasi Selat Hormuz masih terbatas. Foto/anadolu
Wakil Ketua Pertama Parlemen Iran, Hamid Reza Haji Babaei, mengatakan pada hari Kamis bahwa Iran telah menerima pendapatan dari biaya penyeberangan Selat Hormuz untuk pertama kalinya, dengan dana yang ditransfer ke bank sentral negara tersebut.
“Saat ini kami telah memberikan pengecualian untuk beberapa negara, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, Kementerian Luar Negeri kami saat ini sedang berupaya untuk menerapkan pengecualian yang direncanakan untuk negara-negara sahabat, seperti Rusia,” kata duta besar tersebut ketika ditanya apakah Iran memberikan pengecualian terhadap tarif Selat Hormuz.
Iran mengumumkan rencana memberlakukan tarif setelah serangan AS dan Israel, dengan alasan biaya yang terkait dengan memastikan keamanan Selat Hormuz.
Iran kini telah menutup Selat Hormuz hingga blokade angkatan laut AS sepenuhnya dicabut.
Agresi AS dan Israel terhadap Iran secara efektif telah memblokir Selat Hormuz, jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, dan juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Baca juga: Kapal Induk AS Ke-3 Tiba di Dekat Iran, Trump Sebut Teheran Tak Punya Banyak Waktu
(sya)