
loading…
Dari kiri, Presiden Brasil Michel Temer, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, dan Perdana Menteri India Narendra Modi berpose untuk foto bersama selama KTT BRICS di Fujian, China. FOTO/AP
Dalam artikelnya di The Times of India, Tuli menyebut pemimpin dan pengusaha dari negara-negara BRICS tidak sebersih yang mereka klaim. Ia menyoroti adanya akumulasi kekayaan yang masif di tangan segelintir elite yang berkuasa dan berpengaruh di dalam aliansi tersebut.
“Para pemimpin dan orang-orang berpengaruh dari semua negara BRICS, termasuk Tiongkok, telah menyimpan miliaran dolar di bank-bank Swiss dan bank-bank luar negeri lainnya,” ungkap Tuli, seperti dikutip dari Watcher Guru, Selasa (26/8).
Baca Juga: China Dorong Yuan Jadi Mata Uang Cadangan BRICS, India dan Brasil Pasang Rem
Tuli menegaskan, kekayaan tersebut telah mengalir dan tersimpan di luar negeri selama beberapa dekade. Hal ini kontras dengan kondisi di dalam negeri BRICS, di mana kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin mencapai tingkat yang sangat parah. Menurutnya, kesenjangan ini sepuluh kali lipat lebih lebar dibandingkan yang terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara Barat.