
loading…
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. Foto/Dok SindoNews
Hal ini disampaikan Utut dalam Seminar Nasional ‘Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini’ dalam rangka Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika yang digelar di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Mulanya, dia mengaku sepakat dengan pernyataan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut jika pemerintah Indonesia menghadapi kegamangan dalam menentukan posisinya di peta geopolitik global.
Baca Juga: 10 Pangkalan Militer AS Terbesar di Dunia, Adakah yang Dekat Indonesia?
“Yang perlu saya jelaskan adalah situasi kita saat ini. Tadi disampaikan oleh Pak Sekjen, kita gamang terhadap situasi ini. Berpihak ke manakah kita?” kata Utut dalam forum tersebut.
Dia menyoroti langkah pemerintah yang langsung menyampaikan keinginannya untuk bergabung dalam keanggotaan BRICS beberapa saat setelah pelantikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024. Pada bulan Januari 2025, Indonesia bersama Negara baru lainnya seperti Uni Emirates Arab (UEA), diterima menjadi anggota penuh BRICS.
“Kemudian dalam perjalanannya, hampir semua negara Barat menanyakan kenapa kita bergabung ke BRICS. Biasanya, kalau kita sudah condong ke satu kutub, dalam hal ini Rusia dan China, kita tidak akan diterima oleh Amerika Serikat,” ujarnya.