Kita Belajar Kesederhanaan dan Kebijaksanaan



loading…

Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 di Jakarta Pusat. Foto/SindoNews

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut tradisi Pindapata menjadi pelajaran penting tentang kesederhanaan, kebijaksanaan, dan kepedulian antarsesama di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

Hal itu diungkapkan Nasaruddin saat memberi sambutan di acara Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026).

Nasaruddin mengatakan, tradisi para bhikkhu berjalan dalam keheningan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan refleksi kehidupan tentang makna memberi dan melepaskan. “Pindapata bukanlah sekadar menerima dana makanan. Ia adalah perjumpaan batin antara yang memberi dan yang menerima,” katanya.

Baca juga: Hadiri Pasamuan Agung IV Walubi, Menag: Target Kita Menciptakan Kebersamaan

Nasaruddin mengatakan, tradisi berdana mengajarkan umat untuk melembutkan hati dan memahami bahwa kebesaran manusia tidak ditentukan oleh apa yang dimiliki, melainkan oleh apa yang mampu dilepaskan.

“Dalam kesederhanaan para bhikkhu, kita belajar bahwa manusia tidak selalu dibesarkan oleh apa yang dimilikinya, tetapi oleh apa yang mampu ia lepaskan,” ucapnya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *