Hadapi Tantangan Pariwisata, IPTI Kedepankan Kekayaan Budaya Lokal dan Kemitraan Industri



loading…

Rektor IPTI Dr Ariani Kusumo Wardhani memberikan sambutan pada Open House Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) di kampus Cipayung, Jakarta Timur, akhir pekan lalu. Foto: Ist

JAKARTA – Pendidikan tinggi harus mampu menjawab dinamika dalam industri, tantangan global, serta tuntutan sosial melalui pendekatan yang terintegrasi. Hal itu diungkapkan Rektor IPTI Dr Ariani Kusumo Wardhani dalam kegiatan Open House Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) di kampus Cipayung, Jakarta Timur, akhir pekan lalu.

“Momen ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah awal yang penting dalam perjalanan kami membentuk generasi pelaku pariwisata, komunikasi, dan bisnis digital yang adaptif, kompeten, dan berdampak,” ujar Ariani.

Baca juga: Festival Harmoni Budaya Nusantara Hidupkan Budaya Lokal di IKN

IPTI mengusung kurikulum berstandar internasional, fasilitas berbasis teknologi, dan orientasi keberlanjutan sebagai pilar utama pendidikan.

Open House ini juga memperkenalkan tiga program studi unggulan, yakni Pariwisata, Public Relations, dan Bisnis Digital. Ketiganya dirancang secara interdisipliner dengan menekankan literasi teknologi, wawasan budaya lokal, dan kesiapan global.

Ketua Yayasan Menara Bhakti Nurani Pujiastuti mengatakan, pendirian IPTI merupakan wujud tanggung jawab dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam pengelolaan pendidikan tinggi, kami memahami pentingnya membangun institusi yang tidak hanya mengedepankan kualitas akademik, tetapi juga relevansi terhadap kebutuhan industri. Sektor pariwisata tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tetapi juga jendela kebudayaan bangsa ke dunia, dan kami ingin mengambil peran strategis di dalamnya melalui Tedja Indonesia,” ujar Nurani.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *