
loading…
Sejumlah pakar dan peneliti energi mendukung langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menjalin kerja sama pasokan energi dengan Rusia. Foto/SindoNews
Kesepakatan yang dicapai melalui pertemuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev ini mencakup suplai minyak mentah (crude), LPG, serta pengembangan fasilitas penyimpanan (storage).
Peneliti Pusat Studi Energi dan Sumber Daya Mineral dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ridho Hantoro, menilai tambahan pasokan dari Rusia merupakan langkah taktis yang masuk akal dalam konteks diversifikasi energi nasional. Menurutnya, kebijakan ini dapat memperluas opsi pasokan sekaligus mengurangi risiko konsentrasi impor yang selama ini menjadi salah satu kerentanan Indonesia.
Baca juga: Bahlil Sebut Pembelian Minyak dari Rusia Siap Dikirim Bulan Ini
“Tambahan pasokan dari Rusia adalah langkah taktis yang masuk akal untuk memperluas opsi pasok dan mengurangi risiko konsentrasi impor,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).