
loading…
Kata Mereka episode 13 membahas soal tragedi kelam Lubang Buaya.
Pasukan tersebut menargetkan para jenderal seperti Ahmad Yani, Suprapto, S. Parman, M.T. Harjono, D.I. Panjaitan, Sutoyo, serta Jenderal A.H. Nasution. Pada malam 30 September 1965, tujuh rombongan diberangkatkan dari Halim untuk mendatangi rumah para jenderal. Ahmad Yani, M.T. Harjono, dan D.I. Panjaitan ditembak mati karena dianggap tidak kooperatif, sementara Suprapto, S. Parman, dan Sutoyo ditangkap hidup-hidup. Nasution berhasil lolos.
Para jenderal yang tewas maupun yang ditangkap kemudian dibawa menuju wilayah terpencil Lubang Buaya. Di sana, mereka yang masih hidup mengalami penyiksaan secara sadis sebelum akhirnya semuanya dieksekusi. Jenazah para jenderal lalu dimasukkan ke dalam sumur tua sedalam sekitar 12 meter sebagai tempat pembuangan.
Robby melanjutkan dengan kisah asal-usul nama Lubang Buaya yang sudah ada jauh sebelum tragedi itu terjadi. Ada dua versi yang dikenal masyarakat: legenda tentang banyaknya buaya di Kali Sunter termasuk sosok siluman buaya putih yang dianggap gaib, serta kisah tentang Datuk Banjir atau Syarif Hidayatullah yang menaklukkan siluman buaya putih dan menamai wilayah itu sebagai Kampung Lubang Buaya.
Setelah tragedi G30S, unsur mistis di area itu semakin kuat menurut cerita masyarakat. Banyak warga mengaku mendengar derap langkah baris-berbaris, teriakan minta tolong dari dalam sumur, sampai penampakan tentara tanpa kepala atau berwajah rusak. Kini wilayah tersebut telah menjadi Museum Pengkhianatan PKI dan Monumen Pancasila Sakti, namun aura mistisnya disebut tetap terasa dan menyisakan misteri.
Simak pembahasannya di channel @robbypurbaofficial
(wur)