
loading…
Bank Plasma di Indonesia siap beroperasi pada 2027. Foto: Antara
Selain itu juga untuk memperluas akses masyarakat terhadap obat berbahan plasma darah yang digunakan untuk menangani berbagai kondisi medis. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan perusahaan biofarmasi Takeda.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembangunan ekosistem plasma adalah bagian dari komitmen pemerintah. Di mana pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting.
Baca Juga : Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
“Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif,” ujar Budi Gunadi dikutip dari siaran pers Takeda, Senin (13/7/2026).
Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada sistem pengumpulan plasma sebagai fondasi pembangunan ekosistem industri plasma nasional. Tahap awal pengembangan akan dilakukan selama dua tahun dengan pembangunan sejumlah bank plasma di Indonesia.
Hasilnya akan dievaluasi sebelum dikembangkan menjadi jaringan bank plasma nasional. Selain memperkuat pasokan bahan baku obat, pengembangan ekosistem ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja baru bagi tenaga kesehatan dan teknisi laboratorium.