
loading…
Anniversary ke-2 Sanga Sanga yang berlangsung di Bali, 14 Mei 2026 lalu. FOTO/dok.SindoNews
“Produk lokal Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Namun untuk dapat bersaing hingga pasar internasional, UMKM perlu membangun kualitas, legalitas, inovasi, dan konsistensi secara serius,” ujar CEO Sanga Sanga Riva Effrianti dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM (SIDT-UMKM) mencatat jumlah UMKM di Indonesia mencapai 30,19 juta unit per Oktober 2025. Namun, hingga pertengahan 2025, hanya sekitar 609 UMKM atau sekitar 0,0020% yang berhasil menembus pasar ekspor, mencerminkan masih besarnya tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal.
Menurut Riva, salah satu kendala utama yang dihadapi UMKM adalah belum optimalnya aspek branding, legalitas, serta sistem distribusi. Banyak produk dinilai telah memiliki kualitas baik, namun belum didukung standar bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.
Ia menjelaskan, keberhasilan sebuah brand tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang mencakup penguatan identitas, modernisasi sistem bisnis, hingga edukasi pasar secara berkelanjutan. Transformasi bisnis, termasuk repositioning brand dan perluasan segmen produk, juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing.