
loading…
Persepsi tentang desain telah bergeser secara mendasar dalam satu dekade terakhir. Foto/ist
Industri kreatif Indonesia berada di tengah pertumbuhan yang nyata. Sektor ini mencatatkan pertumbuhan PDB 6,57 persen pada 2024, melampaui pertumbuhan PDB nasional, dengan nilai ekspor produk kreatif mencapai USD 26,68 miliar dalam sepuluh bulan pertama 2025. Pasar platform pengalaman digital diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 25,05 persen hingga 2032. Di balik angka-angka ini, industri menghadapi tantangan yang semakin mendesak untuk mencari talenta desainer yang tidak hanya terampil menggunakan alat, tetapi mampu menerjemahkan riset pengguna menjadi solusi bisnis, berkolaborasi lintas disiplin dengan pengembang dan pemasar, serta memimpin keputusan kreatif dengan argumentasi yang kuat.
Memahami tingginya kebutuhan akan desainer bertalenta yang mampu masuk ke industri, School of Design BINUS University membangun kurikulumnya dari tantangan tersebut. Mahasiswa tidak hanya diajarkan teknik visual, tetapi juga dilatih berpikir seperti praktisi industri sejak semester awal. Melalui pendekatan project-based learning, mereka mengerjakan brief nyata dari klien sesungguhnya, merancang sistem identitas visual, mengembangkan antarmuka pengguna yang diuji di lapangan, memproduksi animasi dan karya film, hingga berkolaborasi dalam proyek industri yang hasilnya masuk ke pasar.
Danendro Adi, S.Sn., M.Arts, Dean School of Design BINUS University mengungkapkan bahwa BINUS University merancang kompleksitas yang dihadapi mahasiswa dalam kelas untuk mencerminkan kompleksitas yang akan mereka temui di dunia kerja. “Kami mendidik desainer yang bisa menjelaskan mengapa sebuah keputusan kreatif akan memberikan solusi dari sebuah permasalahan, bukan hanya membuatnya terlihat bagus.”
Pendekatan ini mendapat pengakuan langsung dari dunia industri. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Art & Design, School of Design BINUS University meraih posisi kedua di Indonesia pada indikator Employer Reputation. Indikator ini secara khusus mengukur tingkat kepercayaan rekruter dan pemimpin industri terhadap kualitas lulusan suatu universitas, berdasarkan survei terstruktur dari puluhan ribu pemberi kerja di seluruh dunia dengan pembobotan seimbang antara perspektif domestik dan internasional. Posisi kedua di Indonesia berarti bahwa di antara seluruh institusi pendidikan desain yang disurvei, industri menempatkan lulusan School of Design BINUS dalam deretan yang paling dipercaya untuk langsung berkontribusi di dunia kerja kreatif.