
loading…
Moodys Ratings memproyeksikan harga minyak mentah jenis Brent bertahan di kisaran USD100 per barell. FOTO/dok.SindoNews
“Sangat kecil prospek penyelesaian yang cepat dan bertahan lama antara AS dan Iran, yang berarti pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh masih sulit terjadi,” tulis Moody’s Ratings dalam laporan analisis terbaru, dikutip dari New Kerala, Senin (18/5).
Baca Juga: Lolos dari Blokade AS, Tanker Raksasa Pengangkut 2 Juta Barel Minyak Lanjut Berlayar ke Vietnam
Moody’s menilai gangguan ini telah bergeser menjadi kendala pasokan arus energi global. Meskipun aktivitas pelayaran komersial dapat pulih sebagian dalam kurun waktu enam bulan ke depan, pasar minyak global diperkirakan akan tetap mengalami keterbatasan pasokan hingga memasuki musim gugur.
Badan Energi Internasional (IEA) turut memperkuat prospek suram tersebut melalui laporan bulanan yang merilis estimasi kehilangan pasokan kumulatif melebihi satu miliar barel sejak perang bermula, dengan penurunan produksi global mencapai 3,9 juta barel per hari sepanjang 2026. Akibatnya, kontrak berjangka minyak Brent ditutup melonjak di level USD109,26 per barel pada perdagangan Jumat (15/5), dan para analis memperingatkan harga dapat menembus USD130 hingga USD140 per barel bulan depan jika penutupan jalur laut terus berlanjut.