
loading…
ebuah kapal supertanker tujuan Vietnam yang mengangkut minyak mentah Irak melanjutkan perjalanan setelah ditahan selama beberapa hari di Teluk Oman. FOTO/Arab News
“Kargo ini memiliki tingkat urgensi yang sangat penting bagi Kilang Nghi Son, bagi Republik Sosialis Vietnam, dan bagi seluruh rakyat Vietnam,” demikian bunyi surat resmi yang diperoleh Bloomberg, dikutip dari Mint, Senin (17/5/2026).
Baca Juga: Gagal Wujudkan Kemenangan di Perang Iran, Kapal Tercanggih AS Pulang Kampung
Dalam dokumen tersebut dijelaskan keterlambatan lebih lanjut dalam pengiriman minyak ini berisiko menghentikan total operasional kilang. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu dampak sistemik yang luas bagi jutaan konsumen, sektor bisnis, layanan publik, hingga industri manufaktur di Vietnam.
Sebelumnya pada awal hari Minggu, kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) yang bermuatan penuh tersebut dilaporkan telah berlayar melewati garis batas di mana Angkatan Laut AS sedang memberlakukan blokade laut terhadap aktivitas pelayaran Iran. Kapal supertanker ini diketahui telah keluar dari Teluk Persia sejak sepekan lalu, bergerak melewati Selat Hormuz yang diblokade Iran, dan mencoba masuk ke Laut Arab.