Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna



loading…

Diskusi Beyond Code: The Human Side of Crypto Security yang diselenggarakan INDODAX. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dinilai mengubah pola ancaman keamanan di ekosistem aset digital dan kripto. Pelaku kejahatan siber kini lebih banyak menyasar faktor manusia melalui berbagai modus manipulasi psikologis dibandingkan membobol sistem teknologi secara langsung.

Fenomena tersebut mengemuka dalam diskusi “Beyond Code: The Human Side of Crypto Security” yang diselenggarakan INDODAX bersama komunitas blockchain dan pelaku industri kripto dengan tema “Security Starts With You”.

“Banyak orang masih menganggap ancaman terbesar berasal dari peretasan sistem pada exchange. Padahal, dalam beberapa kasus yang terjadi belakangan, pelaku justru memperoleh akses karena korban secara tidak sadar memberikan informasi penting atau mengklik tautan berbahaya yang menyerupai layanan resmi,” ujar Chief Information Security Officer (CISO) INDODAX Ledy dalam pernyataannya, dikutip pada Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya

Menurut Ledy, perkembangan teknologi keamanan membuat pelaku kejahatan siber mengubah pendekatan dengan mengeksploitasi sisi psikologis pengguna melalui social engineering, phishing, deepfake, hingga voice cloning berbasis AI.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *