ADNOC Siapkan Investasi Rp953 Triliun Pascakeluarnya UEA dari OPEC



loading…

Matahari terbit di atas gedung kantor pusat Abu Dhabi National Oil Co. yang menjulang tinggi di cakrawala Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 7 November 2016. FOTO/AP

ABU DHABI – Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) mengonfirmasi rencana pemberian kontrak proyek hulu dan hilir senilai USD55 miliar atau setara Rp953 triliun untuk periode 2026 hingga 2028. Langkah tersebut merupakan bagian dari peta jalan strategis Uni Emirat Arab (UEA) dalam memacu kapasitas produksi nasional tepat setelah negara tersebut resmi keluar dari keanggotaan OPEC pada 1 Mei 2026.

“ADNOC kini memasuki fase eksekusi yang menentukan dalam strateginya, didorong oleh skala besar, kecepatan, dan fokus tajam pada pengiriman hasil,” ujar Menteri Industri dan Teknologi Maju UEA sekaligus Direktur Utama dan CEO Grup ADNOC, Dr. Sultan Ahmed Al Jaber, pada forum Make it With ADNOC di Abu Dhabi, dikutip dari Urdu Point, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Hancurkan Dominasi Arab Saudi! Ini Alasan Tersembunyi UEA Keluar dari OPEC

Pengumuman investasi besar-besaran ini merupakan bagian pertama dari rencana belanja modal lima tahun yang telah disetujui dewan direksi perusahaan tahun lalu. Melalui suntikan dana tersebut, ADNOC menargetkan peningkatan kapasitas produksi menjadi 5 juta barel per hari pada tahun 2027, naik signifikan dari angka produksi saat ini yang berada di kisaran 3,4 juta barel per hari.

Al Jaber menjelaskan investasi tersebut memiliki tujuan ganda, yakni memenuhi lonjakan permintaan energi global sekaligus memperkuat basis industri nasional di Uni Emirat Arab. Ia mengundang mitra global yang mampu mengimbangi ambisi UEA, terutama bagi perusahaan yang mengedepankan keandalan eksekusi serta fokus pada penciptaan nilai tambah bagi ekonomi lokal di wilayah tersebut.

Secara geopolitik, langkah ini menandai era baru bagi Abu Dhabi setelah mengakhiri hampir enam dekade masa keanggotaannya di OPEC dan aliansi OPEC+. Pemerintah UEA menyatakan bahwa keputusan keluar dari kartel minyak tersebut diambil setelah melakukan tinjauan komprehensif terhadap kebijakan produksi guna memastikan fleksibilitas dalam meningkatkan output secara mandiri demi kepentingan nasional.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *