
loading…
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir rayakan ulang tahun ke-50 dengan kue bergambar tali gantungan. Ini merujuk pada pengesahan UU hukuman mati bagi tawanan Palestina. Foto/Palestine Chronicle
Video online dari perayaan pesta ulang tahun itu menunjukkan politisi ultranasionalis tersenyum bahagia sambil memegang kue bergambar tali gantungan, dengan tulisan Ibrani yang berbunyi: “Selamat Menteri Ben-Gvir. Terkadang mimpi menjadi kenyataan.”
Baca Juga: Parlemen Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Anggota Kongres AS Murka
Beberapa pengguna media sosial mengatakan kue itu adalah hadiah dari istrinya, Ayala.
Menurut laporan The Times of Israel, Senin (4/5/2026), pesta ulang tahun tersebut memicu kontroversi setelah Ben-Gvir mengundang anggota Staf Komando Umum Kepolisian, sebuah badan keamanan yang berada di bawah pengawasan kementeriannya. Dia dituduh menyalahgunakan kekuasaannya sebagai menteri.
Undang-undang yang sangat kontroversial ini, yang disahkan oleh mayoritas di parlemen Israel pada bulan Maret, mewajibkan hukuman mati bagi warga Palestina dan telah didukung oleh Ben-Gvir dan partainya, Otzma Yehudit.
Berdasarkan undang-undang tersebut, warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki yang dihukum oleh pengadilan militer karena melakukan serangan mematikan yang diklasifikasikan sebagai “terorisme” akan menghadapi hukuman mati sebagai hukuman standar.
Undang-undang tersebut telah dikecam oleh kelompok hak asasi manusia, sementara sebuah badan pengawas PBB mengatakan bahwa undang-undang tersebut melanggengkan diskriminasi rasial dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam desainnya, menciptakan sistem hukuman mati yang berlaku secara eksklusif untuk satu populasi di bawah pendudukan.