
loading…
Ribuan warga Palestina yang kelaparan menyerbu lokasi bantuan Israel-Amerika di Gaza. Foto/instagram
Kelompok yang mengelola lokasi distribusi bantuan tersebut adalah Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang menggunakan kontraktor keamanan Amerika Serikat untuk mengamankan tempat tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan badan-badan bantuan telah menolak bekerja sama dengan kelompok tersebut, dengan menyebut rencana bantuan Israel-Amerika sebagai upaya menjadikan kelaparan sebagai senjata dan menggunakan kelaparan untuk menggusur paksa warga Palestina dari Gaza.
Ahmed Abu Taha, yang termasuk di antara ribuan orang yang mencari makanan di Rafa, mengatakan kerumunan orang menyerbu pusat distribusi dengan cara merusak pagar.
Ia mendengar suara tembakan dan melihat pesawat militer Israel di atas kepala. “Itu kacau. Orang-orang panic,” ujar dia.