
loading…
Seseorang bermain Pokemon Go. Foto/anadolu
Dirilis pada tahun 2016 oleh perusahaan Niantic yang berbasis di San Francisco, Pokemon Go menjadi salah satu upaya sukses pertama industri game dalam augmented reality.
Game itu menggunakan kamera ponsel pintar dan GPS pemain untuk menempatkan makhluk digital di atas lokasi dunia nyata.
“Saya rasa tidak ada seorang pun yang memainkan Pokemon Go yang membayangkan data mereka akan digunakan untuk membunuh orang. Tetapi itulah yang digunakan saat ini,” ujar Vorhies kepada RT pada hari Kamis, dengan alasan data pengguna dieksploitasi “untuk memainkan permainan yang lebih mematikan, yaitu peperangan.”
Teknologi game ini berakar pada Keyhole, startup pemetaan yang kemudian diakuisisi oleh Google, katanya.