
loading…
Dimas Nur Fadhil Rizqi dan Rohman, berhasil mengawinkan gelar juara umum (General Classification) dan raja tanjakan (King of Mountain) pada edisi ke-26 Tour de Algerie Cycliste (TAC) 2026 di Aljazair / Foto: Istimewa
Pencapaian ganda ini langsung dicatat sebagai salah satu tonggak sejarah paling gemilang dalam dunia balap sepeda Tanah Air. Tour de Algérie 2026 bukanlah kompetisi yang mudah.
Berlangsung ketat sepanjang 10 etape, balapan ini menempuh total jarak sejauh 1.697 kilometer, membentang dari wilayah Oran hingga Tizi Ouzou. Sejak awal, kompetisi didominasi oleh pembalap asal Belgia, Yorben Lauryssen (Tarteletto-Isorex), yang kokoh memegang Maillot Jaune (jersey kuning) selama delapan etape pertama. Namun, peta persaingan berubah total pada etape ke-9.
Jalur ekstrem dari Hammam Righa menuju Jebel Chrea, sebuah rute pendakian menyiksa dengan ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut, menjadi panggung pembuktian bagi skuad Indonesia.
Dimas Nur Fadhil Rizqi melakukan aksi memukau dengan merangsek ke posisi puncak klasemen umum, menggusur dominasi Lauryssen. Posisi puncak tersebut berhasil dipertahankan Dimas hingga etape pemungkas.