
loading…
Drone yang diduga dari Iran menarget PLTN di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto/X/@Currentreport1
Namun, apakah serangan ke fasilitas nuklir itu akan memicu persatuan negara-negara Arab untuk melawan Iran?
Melansir Gulf News, tidak ada korban luka yang dilaporkan, dan tidak ada dampak pada tingkat keselamatan radiologis. Semua tindakan pencegahan telah diambil, dan pembaruan lebih lanjut akan diberikan seiring ketersediaannya.
Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir (FANR) mengkonfirmasi bahwa kebakaran tersebut tidak memengaruhi keselamatan pembangkit listrik atau kesiapan sistem pentingnya, dan bahwa semua unit beroperasi seperti biasa.
Masyarakat diingatkan untuk hanya memperoleh informasi dari sumber resmi, dan untuk menghindari penyebaran rumor atau informasi yang tidak terverifikasi.
Tidak ada pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang tidak menyebabkan pelepasan radiasi maupun korban luka, kata pihak berwenang di ibu kota UEA, Abu Dhabi. Namun, kecurigaan langsung tertuju pada Iran, yang semakin mengancam UEA dalam beberapa hari terakhir karena negara tersebut menjadi tuan rumah sistem pertahanan rudal Iron Dome dan pasukan Israel selama perang.
Serangan ini terjadi ketika Iran masih memegang kendali atas Selat Hormuz, jalur air vital tempat seperlima minyak dan gas alam dunia melewatinya sebelum perang, mengganggu pasokan energi global. Sementara itu, Amerika terus memblokir pelabuhan Iran sebagai tanggapan karena negosiasi untuk memperkuat gencatan senjata gagal mencapai kemajuan.