
loading…
Pakar menilai China khawatir menjadi Israel di Asia di tengah kebijakan strategis Jepang bergerak menuju peran lebih aktif dalam keamanan kawasan. Foto/Al Mayadeen
Dikutip dari European Times, Minggu (19/4/2026), akademisi Khedroop Thondup asal University of San Francisco juga menilai China kemungkinan melihat Jepang sebagai negara yang berpotensi menjadi “Israel di Asia”.
Baca Juga: Kapal Perang Sekutu AS Masuk Selat Taiwan, China Marah
Istilah tersebut merujuk pada negara demokrasi kecil namun berteknologi maju, yang didukung Amerika Serikat dan siap menghadapi negara otoriter yang lebih besar. Analogi ini, menurut Thondup, mencerminkan kekhawatiran China bahwa Jepang dapat berkembang menjadi basis permanen kekuatan militer AS di Asia.
“Analogi ini bukan sekadar retorika, tetapi mencerminkan kekhawatiran Beijing bahwa Jepang bisa menjadi pos militer permanen AS di Asia,” sebut Thondup, yang pernah menjadi asisten pribadi Dalai Lama di awal era 1980-an.
Peran Israel di Timur Tengah selama ini ditandai oleh dukungan kuat AS, keunggulan teknologi dan militer, serta kesiapan untuk bertindak secara tegas dalam konflik regional. Thondip menilai Jepang mulai menunjukkan karakteristik serupa.
Anggaran pertahanan Jepang diproyeksikan mencapai 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2027, yang akan menempatkannya di antara negara dengan belanja militer terbesar di dunia.