
loading…
Ketika investasi triliunan rupiah tak mampu melawan pasar, bahkan raksasa seperti Honda memilih mundur. Foto: Honda
Pabrikan otomotif terbesar kedua Jepang itu mengumumkan write-down bisnis kendaraan listrik sebesar USD15,7 miliar atau sekitar Rp266,9 triliun.
Angka ini mencerminkan skala kegagalan yang tidak kecil, bahkan berpotensi membuat Honda mencatat kerugian tahunan pertama dalam hampir 70 tahun.
Tiga model yang dibatalkan mencakup Honda 0 Saloon, Honda 0 SUV, dan Acura RSX, yang sebelumnya direncanakan meluncur di Amerika Utara mulai 2026.
Masalah utamanya sederhana: permintaan tidak sejalan dengan ambisi. Secara global, mobil listrik hanya menyumbang 2,5% dari total penjualan Honda yang mencapai 3,4 juta unit, atau sekitar 84.000 unit.
Di China—pasar otomotif terbesar dunia—Honda hanya menjual 17.000 EV dari total sekitar 677.000 unit, juga setara 2,5%.