loading…
Penurunan minat konsumen dan hilangnya subsidi memicu gelombang penghapusan model listrik secara massal. Foto: ist
Data dari Cox Automotive menunjukkan pengiriman EV anjlok 27% pada kuartal pertama 2026, menyusul penurunan tajam 46% pada akhir tahun 2025.
Kondisi ini memaksa para raksasa otomotif untuk menata ulang lini produk mereka secara drastis.
Tesla: Dari Mobil Mewah ke Autonomi
Elon Musk secara mengejutkan menghentikan produksi Tesla Model S seharga Rp1.614.830.000 (USD94.990) dan SUV Model X seharga Rp1.699.830.000 (USD99.990).
Musk menyebut penghentian Model S sebagai “perpisahan terhormat” setelah bertahun-tahun mengalami penurunan penjualan. Garis produksi kedua model mewah ini akan dialihkan untuk membangun robot Optimus. “Kami benar-benar bergerak menuju masa depan yang berbasis otonomi,” ujar Musk.
Hyundai dan Kia: Terjepit Tren SUV dan Tarif

Hyundai mengonfirmasi penghentian Ioniq 6 Standard di AS setelah hanya terjual 229 unit pada Februari 2026. Sam Abuelsamid, VP Market Research di Telemetry, menjelaskan bahwa penjualan sedan telah menurun drastis dalam satu dekade terakhir. Hyundai juga menunda impor Kona Electric yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp561.000.000 (USD33.000).
Sementara itu, Kia menyetop Niro EV karena tingginya tarif impor dari pabrik Hwaseong, Korea Selatan, serta menunda varian performa tinggi EV6 GT dan EV9 GT hingga waktu yang belum ditentukan.