Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi



loading…

Piala Dunia 2026 belum resmi bergulir, tetapi ancaman besar sudah membayangi turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut / Foto: BBC

JAKARTAPiala Dunia 2026 belum resmi bergulir, tetapi ancaman besar sudah membayangi turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut. Bukan soal persaingan di lapangan, melainkan cuaca ekstrem yang diperkirakan dapat memengaruhi performa pemain hingga keselamatan penonton.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu diprediksi berlangsung di tengah suhu tinggi, kelembapan ekstrem, serta potensi badai petir yang dapat mengganggu jalannya pertandingan kapan saja. Prakiraan cuaca musiman menunjukkan sebagian besar wilayah Amerika Serikat akan mengalami suhu di atas normal.

Kondisi tersebut diperparah oleh aliran udara lembap dari Teluk Meksiko yang berpotensi memicu cuaca buruk selama fase awal turnamen. Mengutip laporan Independent, Kamis (11/6/2026), para ilmuwan olahraga mengingatkan bahwa ancaman terbesar bukan hanya suhu udara, melainkan tingkat “suhu bola basah” atau wet-bulb temperature.

Baca Juga: Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen

Indikator ini mengukur kombinasi suhu, kelembapan, intensitas sinar matahari, dan kecepatan angin untuk menentukan tingkat tekanan panas yang diterima tubuh manusia. Kelompok peneliti World Weather Attribution bahkan memperkirakan sekitar seperempat dari total pertandingan Piala Dunia 2026 berpotensi dimainkan dalam kondisi yang melampaui batas aman yang direkomendasikan.

Profesor fisiologi dari Universitas Oregon, Chris Minson, menjelaskan bahwa tubuh atlet sebenarnya sudah menghasilkan panas dalam jumlah besar saat bertanding, bahkan tanpa pengaruh cuaca panas. “Sekitar 75 persen energi yang digunakan saat berolahraga berubah menjadi panas. Hanya 25 persen yang benar-benar digunakan untuk aktivitas fisik,” ujarnya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *