
loading…
Aksi tersebut terjadi sesaat setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu pada final di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) WIB. Nico berjalan menuju tribun, mencari ibunya, lalu dengan penuh haru mengalungkan medali juara dunia itu ke leher Maria sebelum menggenggam tangannya. Rekaman singkat tersebut langsung viral di berbagai media sosial.
Nico Williams es campeón del mundo. Y tras la premiación, va directo a la tribuna a entregarle la medalla a su madre. Ella, que en 1994 salió de Ghana y cruzó parte del Sahara para poder llegar a España en busca de nuevas oportunidades.
Una campeona más. pic.twitter.com/sfwt2vMVst
— Juez Central (@Juezcentral) July 20, 2026
Bagi banyak orang, itu mungkin hanya gestur kasih sayang seorang anak kepada ibunya. Namun, di balik momen tersebut tersimpan kisah perjuangan keluarga Williams yang penuh pengorbanan hingga akhirnya mengantarkan Nico menjadi juara dunia bersama Spanyol.
Perjalanan Berbahaya dari Ghana ke Spanyol
Orang tua Nico, Maria dan Felix Williams, meninggalkan Ghana pada 1990-an demi mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa. Saat itu, Maria tengah mengandung anak pertamanya, Iñaki Williams, yang kini juga berkarier sebagai pesepak bola profesional.
Perjalanan menuju Spanyol bukanlah hal mudah. Mereka menempuh perjalanan hampir 3.200 kilometer, sebagian menggunakan truk terbuka yang dipenuhi puluhan penumpang, lalu berjalan kaki melintasi Gurun Sahara dengan suhu yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.