
loading…
FFIRI berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA setelah menilai pembatasan perjalanan selama Piala Dunia 2026 telah merugikan tim nasional mereka / Foto: Saudi Gazette
Menurut mereka, jadwal tersebut berdampak pada proses pemulihan fisik dan persiapan mental para pemain. “Kami adalah satu-satunya tim peserta Piala Dunia yang hanya berada di kota tuan rumah selama 24 jam, dan itu tidak adil. Semua pembatasan ini berdampak negatif pada pemain kami secara fisik dan mental,” kata Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini dikutip dari Saudi Gazette, Minggu (21/6/2026).
Selama turnamen, Iran menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas tim. Untuk laga pembuka melawan Selandia Baru di Los Angeles yang berakhir imbang 2-2, skuad Iran baru melakukan perjalanan sehari sebelumnya. Kapten tim, Mehdi Taremi, mengungkapkan bahwa perjalanan yang seharusnya singkat justru memakan waktu sekitar lima jam akibat prosedur imigrasi dan pemeriksaan keamanan.
Baca Juga: Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Setelah pertandingan, Iran langsung kembali ke Meksiko. Padahal, tim berharap dapat menginap semalam di California guna membantu proses pemulihan pemain. Pejabat Iran juga mengklaim permintaan untuk berangkat ke Los Angeles dua hari sebelum pertandingan melawan Belgia pada Minggu ditolak.