
loading…
13 Negara Bertarung di Turnamen Golf Bertajuk The 46th Queen Sirikit Cup Sentul Highlands
Turnamen tahun ini terasa sangat spesial sekaligus emosional, menandai kembalinya Indonesia sebagai tuan rumah setelah penantian panjang selama 17 tahun. Terakhir kali Indonesia menjadi saksi persaingan ratu golf Asia-Pasifik adalah pada tahun 2009.
Turnamen tersebut kali ini menjadi ajang penghormatan khusus bagi mendiang Her Majesty (H.M.) Queen Sirikit yang wafat tahun lalu. Kejuaraan ini menjadi momentum bagi komunitas golf internasional untuk mengenang dedikasi besar Sang Ratu Thailand terhadap olahraga ini.
Duta Besar Thailand untuk Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat menyampaikan bahwa edisi ke-46 ini adalah bentuk apresiasi atas cinta H.M. Queen Sirikit kepada dunia golf yang telah mempersatukan banyak bangsa. Jadi, turnamen tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam.
“Kami semua berkumpul tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk mengenang sosok H.M. Queen Sirikit yang baru saja meninggalkan kita. Visi beliau dalam mempererat persahabatan antarnegara melalui golf akan terus hidup di lapangan ini,” ujar H.E. Mr. Prapan Disyatat dalam keterangannya.
Sementara itu, Sekretaris Jendral PBPGI, Suharsono, juga mengungkapkan rasa bangganya atas kembalinya ajang ini ke Indonesia. Menurutnya, setelah 17 tahun, Indonesia siap menyuguhkan standar penyelenggaraan yang lebih tinggi bagi dunia internasional.
“Ini adalah momen yang sangat kami tunggu. Setelah 17 tahun, Queen Sirikit Cup kembali ke rumah kita. Kehormatan ini bertepatan dengan penghormatan bagi mendiang Ratu Thailand, yang menjadikan setiap pukulan di lapangan ini memiliki makna lebih dari sekadar skor,” ungkap Japto dalam pidatonya.