
loading…
Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo dalam forum industri pertambangan dan metalurgi Met Connex 2026 di JCC, Jakarta, Selasa, (15/2026). FOTO/dok.SindoNews
Menurut dia, keberadaan pusat riset menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing industri timah nasional di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi global.
“Bayangin, industri timah Indonesia sudah ada selama 150 tahun dan kita tidak punya pusat riset timah,” kata Aryo dalam presentasinya saat menjadi pembicara dalam forum industri pertambangan dan metalurgi Met Connex 2026 di JCC, Jakarta, Selasa, (15/2026).
Baca Juga: Kelola Logam Tanah Jarang, Danantara Bentuk Perminas jadi BUMN Baru
Ia mengatakan, Arsari Tambang menargetkan pusat riset tersebut dapat menjadi basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah jarang yang selama ini masih terbatas di dalam negeri.