
loading…
Analis sosial politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun. Foto/Dok SindoNews
“Selalu dalam sejarah gerakan mahasiswa Indonesia, mungkin juga negara lain, selalu ada upaya untuk membelah. Kalau tidak berhasil membelah, dia menciptakan tandingan. Yang terjadi hampir kurang lebih sepuluh tahun terakhir ini, melakukan pembelahan dari internal, lalu menghadirkan tandingan,” ujar Ubedilah dalam siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Ubedilah mencontohkan, jika ada BEM SI yang masih murni, kemudian dibelah. Setelah dibelah, kemudian dibelah lagi. Pria yang pada 1996 membidani lahirnya Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) ini menambahkan, untuk melihat apakah gerakan mahasiswa itu murni atau tandingan, bisa dilihat dari ide atau tuntutannya.
Baca Juga: Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
“Kalau tuntutannya sudah kelihatan tidak masuk akal, tidak menunjukkan sebagai kepentingan rakyat banyak, bahkan menyudutkan sesama aktivis, itu biasanya tidak murni,” jelasnya.