
loading…
Wamendiktisaintek Stella Christie menjelaskan bahwa Sekolah Garuda lahir dari keyakinan bahwa talenta terbaik bangsa tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Foto/Ist
Fokus utamanya adalah mencetak talenta unggul di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) yang siap bersaing di kancah global dan menembus perguruan tinggi terbaik dunia.
Baca juga: Prabowo Teken Perpres Sekolah Unggul Garuda, Siapkan SDM Unggul Sains dan Teknologi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menjelaskan bahwa Sekolah Garuda lahir dari keyakinan bahwa talenta terbaik bangsa tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Namun, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan unggul selama ini belum dinikmati secara merata.
“Presiden melihat bahwa talenta ada di mana-mana, tetapi kesempatan tidak ada di mana-mana. Tugas pemerintah adalah menciptakan kesempatan tersebut,” kata Stella dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema ‘SMA Kelas Dunia untuk Indonesia Emas 2045’, Kamis (25/6).
Stella mengatakan, Indonesia hingga hari ini sejatinya sudah memiliki sejumlah sekolah unggulan yang berhasil melahirkan lulusan berkualitas. Namun, akses terhadap sekolah-sekolah tersebut masih relatif terbatas bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Baca juga: 30 SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Lengkap Sekolahnya
Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah menghadirkan Sekolah Garuda sebagai upaya memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak berprestasi untuk memperoleh pendidikan terbaik.
“Yang dituju adalah mereka yang paling pintar dan paling berprestasi, apa pun latar belakangnya,” ujar Stella.
Skema Pemerataan Pendidikan Unggul
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Garuda dikembangkan melalui dua skema utama. Pertama, Sekolah Garuda Baru, yakni pembangunan sekolah unggulan dari awal di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).