
loading…
Logo Volkswagen. Foto/wikipedia
Dana kekayaan negara Qatar, pemegang saham terbesar ketiga Volkswagen, menolak proposal manajemen untuk memproduksi komponen rudal dan kendaraan militer di pabrik Osnabruck milik perusahaan tersebut. Hal itu dilaporkan surat kabar Bild.
Langkah ini terjadi setelah CEO Volkswagen Oliver Blume mengatakan pada bulan Maret bahwa perusahaan akan berhenti memproduksi kendaraan Volkswagen Group di Osnabruck mulai tahun 2027 dan mengkonfirmasi pembicaraan dengan beberapa perusahaan pertahanan tentang pengalihan pabrik untuk produksi kendaraan militer.
Blume tidak memberikan detail lebih lanjut pada saat itu. Proposal tersebut telah memicu kontroversi yang signifikan di Jerman.
Karyawan Volkswagen, aktivis perdamaian, dan politisi oposisi telah mengkritik rencana tersebut, dengan alasan perusahaan otomotif tersebut harus fokus sepenuhnya pada produksi sipil.