Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru



loading…

Sekretaris Bidang Ekonomi dan Kebijakan Publik DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menanggapi pernyataan politikus PDIP Deddy Sitorus yang menyindir Partai Golkar terkait persoalan kelistrikan. Foto: Ist

JAKARTA – Sekretaris Bidang Ekonomi dan Kebijakan Publik DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menanggapi pernyataan politikus PDIP Deddy Sitorus yang menyindir Partai Golkar terkait persoalan kelistrikan. Kritik yang disampaikan Deddy perlu ditempatkan secara objektif dengan melihat rekam jejak persoalan energi nasional secara menyeluruh.

Dia mengingatkan bahwa Indonesia pernah menghadapi ancaman krisis pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN pada 2022 ketika Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dipimpin Arifin Tasrif.

Baca juga: India Krisis Batu Bara, Pemadaman Listrik Melanda Seluruh Negeri

Saat itu pemerintah mengakui pasokan batu bara untuk pembangkit listrik berada dalam kondisi kritis akibat rendahnya pemenuhan kewajiban pasokan domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) oleh sejumlah perusahaan tambang.

“Pak Deddy pernah membela Arifin Tasrif sebagai menteri yang direkomendasikan PDIP. Karena itu, Pak Deddy jangan amnesia politik. Lupa bahwa krisis batu bara PLN juga terjadi pada masa beliau,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurut dia, pernyataan tersebut penting untuk mengingatkan publik bahwa persoalan listrik dan ketahanan energi bukanlah masalah yang muncul dalam beberapa bulan terakhir, melainkan tantangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan membutuhkan penyelesaian jangka panjang.

Dia menilai tidak tepat apabila setiap gangguan kelistrikan yang terjadi saat ini langsung diarahkan sebagai kesalahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia maupun Partai Golkar. Sebab, persoalan energi merupakan isu kompleks dan lintas waktu yang melibatkan banyak faktor, mulai dari pasokan energi primer, infrastruktur, hingga tata kelola sektor energi secara keseluruhan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *