
loading…
Direktur Komersial Kimia Farma, Hanadi Setiarto saat menghadiri Forum Nasional TB 2026 bertajuk National Policy and Implementation of the TB Program, Selasa (14/7/2026). FOTO/IST
Komitmen tersebut disampaikan di tengah tingginya beban penyakit TB di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report 2024 dan data Kementerian Kesehatan 2025, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TB terbanyak kedua di dunia setelah India, dengan estimasi sekitar 1.090.000 kasus dan 125 ribu kematian setiap tahun. Menurut data Kemenkes pada 2024, sekitar 885 ribu kasus telah berhasil ditemukan dan dilaporkan.
Direktur Komersial Kimia Farma, Hanadi Setiarto, mengatakan perusahaan memiliki ekosistem kesehatan terintegrasi yang mencakup produksi bahan baku dan obat, distribusi nasional, hingga layanan kesehatan yang mendukung penanganan TB secara menyeluruh.
“KAEF memiliki ekosistem terintegrasi end-to-end dari produksi, distribusi, hingga layanan kesehatan untuk mendukung kesehatan nasional, termasuk eliminasi TB di tahun 2030,” kata Hanadi saat menghadiri Forum Nasional TB 2026 bertajuk National Policy and Implementation of the TB Program, Selasa (14/7/2026).
Sebagai produsen farmasi nasional, Kimia Farma memiliki portofolio lengkap obat TB, baik untuk Tuberkulosis Sensitif Obat (DS-TB) maupun Tuberkulosis Resisten Obat (DR-TB). Sejumlah produk telah tersedia dalam bentuk Fixed Dose Combination (FDC) untuk pasien dewasa maupun anak.