China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran



loading…

Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul, menilai Presiden China Xi Jinping berpotensi memainkan peran penting dalam mendorong perdamaian antara AS dan Iran. Foto/SindoNews

JAKARTA – Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul, menilai Presiden China Xi Jinping berpotensi memainkan peran penting dalam mendorong perdamaian di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran. China memiliki kepentingan terhadap stabilitas kawasan karena pasokan energi ke Asia, termasuk China, sangat bergantung pada Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Tia dalam program Interupsi bertajuk Perang AS-Iran Memanas, China Bergabung? yang disiarkan iNews, Kamis (14/5/2026).

Tia mengatakan konflik Iran menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Namun, Tia menegaskan pertemuan tersebut tidak hanya membahas isu Iran.

Baca juga: Xi Sebut Hubungan China-AS Relasi Bilateral Terpenting di Dunia

Selain membahas konflik, menurutnya, ada sejumlah isu strategis lain yang turut dibicarakan kedua negara, mulai dari perang tarif hingga kerjasama teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

“Jadi tentu meeting antara Jinping dengan pihak Trump itu tidak melulu tentang Iran. Tapi Iran menjadi salah satu poin dalam meeting tersebut. Ada tarif, ada kerja sama teknologi, ada kerja sama AI dan lain sebagainya,” ujar Tia.

Tia mengatakan konflik Iran turut menjadi perhatian karena dampaknya terhadap ekonomi global. “Tapi tentu dalam meeting tersebut Iran juga menjadi poin yang turut dibicarakan karena ini bukan persoalan Amerika saja, bukan persoalan China saja, tapi ini melingkupi bagaimana ekonomi global terdampak dari adanya konflik ini,” katanya.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *