Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah



loading…

Keperkasaan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) atau USD terus mendepak nilai tukar yen Jepang hingga terperosok ke level terendah dalam 40 tahun terakhir. Foto/Dok

JAKARTA – Badai finansial hebat sedang menghantam salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia . Keperkasaan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) atau USD terus mendepak nilai tukar yen Jepang hingga terperosok ke level terendah dalam 40 tahun terakhir.

Fenomena ini memicu kepanikan massal di kalangan pelaku pasar global yang kini bersiap menghadapi potensi intervensi darurat dari otoritas moneter Tokyo. Berdasarkan data perdagangan valuta asing pada hari Selasa (30/6/2026), mata uang The Greenback (dolar AS) meroket tajam menembus level 162,41 yen per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya

Posisi ini menjadi sebuah angka terburuk yang belum pernah terlihat lagi sejak tahun 1986 silam. Merosotnya nilai mata uang yen Jepang secara beruntun dalam empat kuartal terakhir ini menjadi alarm bahaya bagi stabilitas finansial di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Jurang Suku Bunga: Taktik Carry Trade Kuras Yen

Hancurnya nilai tukar Yen disebabkan oleh kebijakan moneter yang bertolak belakang antara Bank Sentral AS (The Fed) dan Bank Sentral Jepang (BOJ). Meskipun BOJ baru-baru ini sudah menaikkan suku bunga mereka secara bertahap, angka tersebut masih terlampau jauh di bawah suku bunga AS.

https://www.youtube.com/watch?v=rhqUa83w

Lebih buruknya lagi, kondisi ekonomi AS yang masih overheating dan angka inflasi yang membubung tinggi membuat 9 dari 19 pembuat kebijakan di The Fed kini memproyeksikan kenaikan suku bunga lanjutan pada akhir tahun 2026.

Baca Juga: Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS

Jurang perbedaan suku bunga (yield gap) yang sangat lebar ini memicu maraknya aksi para investor raksasa untuk melakukan Carry Trade, dimana investor meminjam uang dengan bunga sangat murah dalam bentuk Yen Jepang. Lalu dana pinjaman ini langsung dijual dan dialihkan untuk diinvestasikan pada aset-aset bermata uang dolar AS yang memberikan imbal hasil (bunga) jauh lebih tinggi.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *