
loading…
Koordinator Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia. Foto/Felldy Utama
JAKARTA – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) meminta polemik terkait ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) tidak diperpanjang. Diketahui, buntut dari ceramah tersebut, JK dilaporkan berbagai pihak ke polisi.
Koordinator Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai situasi saat ini sudah mulai meresahkan karena melebar ke berbagai arah yang berpotensi mengadu domba antarumat beragama.
“Ada indikasi untuk memecah belah antara kekuatan umat Islam dengan kekuatan yang lain,” kata Doli seusai menyambangi kediaman JK di Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Perwakilan Ormas Katolik Imbau Laporan soal Ceramah JK Dicabut: Itu Hanya Editan
Padahal, kata dia, ceramah JK tidak ada maksud untuk melakukan penistaan agama terhadap agama lain. Hal itu terbukti dengan pernyataan sejumlah tokoh agama kristen hingga Katolik seusai bertemu dengan JK.