
loading…
Film Na Willa, cocok jadi tontonan keluarga saat libur lebaran. Foto: Istimewa
Di balik layar, sutradara Ryan Adriandhy menghadirkan kisah sederhana namun bermakna. Ia mengadaptasi novel karya Reda Gaudiamo dengan pendekatan emosional. Dunia warna-warni berpadu dengan detail kecil yang terasa hidup. Penonton dewasa seakan diajak kembali ke masa kanak-kanak. Sementara itu, anak-anak menemukan cermin imajinasi mereka sendiri. Narasi pun mengalir lembut tanpa kehilangan kekuatan cerita.
Kisah berpusat pada Na Willa, gadis enam tahun yang penuh imajinasi. Ia percaya gang kecil tempat tinggalnya menyimpan banyak keajaiban. Namun, perubahan datang saat teman-temannya mulai bersekolah. Perlahan, dunianya ikut berubah mengikuti realitas baru. Di titik ini, Na Willa belajar tentang bertumbuh dan merelakan. Meski demikian, rasa ingin tahu tetap ia jaga.
Baca Juga : Bukan Sekadar Hiburan, Irene Umar Nilai Willa Na Punya Pesan Hangat untuk Keluarga
Dibuat oleh para kreator Film Jumbo yang telah sukses memeluk puluhan juta hati penonton Indonesia, Na Willa dibuat dengan proses yang juga menghargai kolaborasi para kru dan pemeran yang terlibat. Sutradara Ryan Adriandhy menceritakan salah satu pengalaman momen magis yang juga membuat banyak penonton bertanya-tanya bagaimana cara membuat adegan tersebut yang terasa menyenangkan.