Era Baru Logistik Udara Dimulai Seiring Rampungnya Sertifikasi HY-100



loading…

Perkembangan teknologi kedirgantaraan global terus menghadirkan inovasi yang mendorong efisiensi di berbagai sektor, termasuk logistik. Foto/DKPPU

JAKARTA – Perkembangan teknologi kedirgantaraan global terus menghadirkan inovasi yang mendorong efisiensi di berbagai sektor, termasuk logistik. Salah satu terobosan yang kini mulai mendapat perhatian adalah pemanfaatan pesawat udara tanpa awak berkapasitas besar untuk distribusi barang jarak jauh.

Solusi ini dinilai mampu menjawab tantangan geografis wilayah kepulauan serta membuka peluang baru dalam mempercepat konektivitas dan pemerataan akses logistik secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Dunia aviasi mencatat tonggak baru setelah pesawat tanpa awak (UAS) kargo kelas berat Hongyan HY-100 berhasil memperoleh sertifikat tipe untuk kargo kelas berat. Pesawat udara tanpa awak (UAS) yang dikembangkan oleh Ursa Aeronautical Technology Co., Ltd. ini menjadi salah satu pionir dalam pengembangan industri low-altitude economy global.

HY-100 tercatat sebagai pesawat udara tanpa awak (UAS) kelas berat pertama di dunia yang telah beroperasi dan mengantongi serangkaian sertifikasi dari Civil Aviation Administration of China (CAAC), meliputi Type Certificate (TC), Production Certificate (PC), Airworthiness Certificate (AC), hingga Operation Certificate (OC). Sertifikasi ini menandakan bahwa pesawat telah memenuhi standar keselamatan dan operasional penerbangan sipil internasional.

Secara teknis, HY-100 dirancang untuk mendukung kebutuhan logistik skala besar. Pesawat ini memiliki bobot lepas landas maksimum 5.25 ton, kapasitas muatan hingga 1.9 ton, jangkauan terbang mencapai 1.800 kilometer, serta ketahanan operasi lebih dari 10 jam nonstop.

Dengan bentang sayap lebih dari 18 meter dan kemampuan takeoff landing di landasan rumput, tanah maupun aspal dengan jarak kurang dari 550 meter HY-100 mampu menjalankan misi yang selama ini hanya dapat dilakukan oleh pesawat berawak di rute penerbangan perintis.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *