
loading…
Pada tahun 1998, Dewie Kulsum menerima orderan pertamanya dari sebuah jaringan restoran cepat saji yang waktu itu masih baru dikenal di Tanah Air, McDonald’s. Foto/ist
Di waktu yang hampir bersamaan, Ratna Wirahadikusumah mengambil keputusan berani untuk menapaki bidang yang jarang dilirik perempuan, yaitu pengembangan usaha dan konstruksi restoran.
Baik Ratna maupun Dewie tidak pernah membayangkan bahwa pilihan yang mereka ambil saat itu akan mengubah jalan hidup mereka. Namun, itulah yang terjadi ketika peluang hadir dan ruang untuk bertumbuh terbuka lebar. Inilah kisah tentang bagaimana kesempatan yang inklusif mampu membuka jalan di mana perempuan tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjadi penggerak yang membawa orang lain maju bersama.
“McDonald’s Indonesia bangga dapat menyaksikan perjalanan perempuan-perempuan Indonesia yang menjadi bagian dari ekosistem kami tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berani berkarya, mencerminkan semangat Kartini yang sesungguhnya. Baik karyawan internal maupun mitra pemasok, mereka membuktikan bahwa ketika ruang yang inklusif benar-benar hadir, potensi perempuan dapat berkembang tanpa batas,” ujar Yulianti Hadena, Human Resources & General Services Director, PT Rekso Nasional Food.
“Sepenuhnya Indonesia” dalam Angka
Berdasarkan studi independen oleh Oxford Economics (periode studi April 2024-Maret 2025):
1. 40% karyawan McDonald’s Indonesia adalah perempuan
2. 44% posisi kepemimpinan dipegang oleh perempuan
3. Setiap 100 karyawan langsung mendukung sekitar 300 pekerjaan tambahan di berbagai sektor
4. Secara keseluruhan, McDonald’s Indonesia berkontribusi terhadap sekitar 48.700 lapangan kerja di sektor pertanian, distribusi, dan jasa
Kisah 1: Memimpin di Lini Terdepan