
loading…
Film horor Cerita Lila tidak hanya menarik perhatian karena pemain dan kisah yang diangkat ke layar lebar, tetapi pintu masuk hiburan berbasis teknologi. Foto/ist
Langkah ini menjadi komitmennya dalam mendukung karya anak bangsa, yakni bergabung dengan film garapan sutradara Bobby Prasetyo yang dilatarbelakangi oleh kekuatan cerita yang telah memiliki basis penggemar besar sejak masih berbentuk konten digital.
Film Cerita Lila sendiri diadaptasi dari Diary Misteri Sara, konten yang meraih jutaan penonton dan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke layar lebar.
COO Show Token Joshua Khubani mengatakan keputusan berinvestasi di film tersebut didasari oleh kuatnya intellectual property (IP) yang menjadi gagasan cerita tersebut.
“Film “Cerita Lila” diangkat dari konten “Diary Misteri Sara” yang ditonton 11 juta kali. Di sana saya melihat IP-nya sangat kuat,” kata Joshua Khubani usai pemutaran film “Cerita Lila” di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan Jumat (12/6).
Selain itu, faktor rumah produksi dan jajaran pemainnya juga menjadi pertimbangan utama. “Kemudian rumah produksi MVP Pictures sangat legendaris dengan cast yang juga kuat. Karena itu Show Token masuk dan berinvestasi di film ini,” tutur dia.
Joshua menilai konten yang dibangun oleh Sara Wijayanto memiliki komunitas penggemar yang solid dan berperan besar dalam perjalanan film tersebut. “Peran mereka sangat penting, karena fanbase dari sana yang membuat film ini bisa sukses,” ujarnya.