Alya Kritis, Keluarga Baldy Dilanda Konflik



loading…

Alya terbaring lemah di dalam ambulans. Foto/MNC Media

JAKARTA – Alya terbaring lemah di dalam ambulans. Wajahnya pucat dengan oksigen menempel. Devan duduk di sisi brankar, tak lepas menggenggam tangannya. Air mata terus mengalir, disertai doa dan penyesalan yang terlontar dalam kepanikan.

Sementara itu, jauh di lautan, Cakra berjuang melawan ombak. Saat ia berhasil meraih bongkahan kayu yang menjadi penopang hidupnya-rasa sesalnya pecah—ia memukul kepalanya sendiri, menyalahkan emosi yang membuat Alya ikut terluka.

Setibanya di RS Bina Medika, tim medis segera mendorong Alya ke IGD. Devan histeris ingin ikut masuk, tapi perawat menghalanginya sesuai prosedur. Ia akhirnya terduduk di lantai, tubuh gemetar, menatap noda darah yang melekat di pakaiannya.

Baca Juga: Sinopsis Layar Drama Indonesia Kau Ditakdirkan Untukku Eps 137: Tak Ingin Cerai dari Alya, Devan Terancam Cakra

Saat dokter menjelaskan bahwa peluru masih bersarang dan operasi harus segera dilakukan, Devan langsung menyetujui tanpa ragu. Ia menandatangani formulir sambil terisak, lalu berserah diri, berdoa agar diberi kesempatan untuk benar-benar mencintai Alya, bukan lagi sebagai istri kontrak semata.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *