
loading…
JustMarkets dalam laporannya mengenai perkembangan trading seluler di Asia Tenggara. FOTO/dok.SindoNews
“Dulu aktivitas trading identik dengan terminal desktop, tetapi kini seluruh proses dapat dilakukan melalui smartphone dengan lebih cepat dan praktis,” demikian keterangan JustMarkets dalam laporannya mengenai perkembangan trading seluler di Asia Tenggara dikutip pada Senin (11/6/2026).
Baca Juga: Meneropong Tren Trading Teratas di Asia Tenggara, Apa yang Terlihat Sejauh Ini?
Laporan tersebut menyebutkan dominasi Singapura sebagai pusat finansial kawasan mulai diimbangi oleh pertumbuhan pasar teknologi finansial di negara berkembang Asia Tenggara. Di Vietnam, misalnya, jumlah akun perdagangan sekuritas domestik tercatat mencapai 12,26 juta pada Februari 2026.
Sementara itu, Indonesia dan Vietnam dinilai menjadi pasar yang semakin mengutamakan platform berbasis mobile. Didukung harga smartphone yang semakin terjangkau serta kualitas koneksi internet yang membaik, masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan investasi dan perdagangan aset keuangan secara digital.
Pertumbuhan investor muda juga memperkuat tren tersebut. Di Filipina, investor ritel berusia 18–29 tahun tercatat mencapai 26,5% dari total investor, sedangkan di Indonesia lebih dari separuh dari total 16,2 juta investor terdaftar berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.