
loading…
Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran telah memicu gangguan besar terhadap rantai pasok energi global. FOTO/Reuters
“Muatan ini sangat penting bagi Kilang Nghi Son (NSRP), bagi Republik Sosialis Vietnam, dan bagi rakyat Vietnam,” ujar Wakil Presiden PVOIL, Hoang Dinh Tung, dalam surat tertanggal 12 Mei yang ditujukan kepada otoritas militer dan diplomatik AS.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup 70 Hari, Pasokan Minyak Dunia Terkuras 1 Miliar Barel
Menurut laporan Reuters, kapal supertanker berbendera Malta, Agio Fanourios I, membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Basra asal Irak yang dijual perusahaan minyak negara Irak, SOMO. Kapal tersebut tercatat keluar dari Selat Hormuz pada 10 Mei sebelum berbalik arah di Teluk Oman sehari kemudian berdasarkan data pelacakan MarineTraffic.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan pengalihan kapal dilakukan dalam rangka penegakan blokade terhadap Iran. Namun, pihak militer AS belum memberikan kepastian apakah kapal tersebut akan diizinkan melanjutkan perjalanan menuju Vietnam.
Dalam suratnya, PVOIL menegaskan muatan tanker tersebut bukan berasal dari Iran, melainkan minyak mentah Irak yang telah dimuat pada 10-14 April. Perusahaan memperingatkan keterlambatan pasokan berpotensi menghentikan operasional Kilang Nghi Son yang memasok kebutuhan energi domestik Vietnam.