
loading…
Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal mengakhiri konflik. FOTO/dok.SindoNews
“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya,” ujar Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, seperti dikutip Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD63.900 hingga USD65.900 atau naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Penguatan tersebut menempatkan Bitcoin hampir 8% di atas level terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah USD60.900.
Tak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan. Ethereum naik sekitar 5,1% ke level USD1.758, Solana menguat 6,6% menjadi USD72,6, sementara XRP bertambah 7,1% ke USD1,2. Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi di antara kripto berkapitalisasi besar setelah menguat sekitar 11,6% ke level USD67,8.
Penguatan pasar kripto terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari empat persen menuju kisaran USD83 per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global.