Program MBG Bisa Genjot Ekonomi Daerah jika Tata Kelola Diperbaiki



loading…

Program MBG dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas SDM dalam jangka panjang. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang. Namun, efektivitas program tersebut sangat bergantung pada perbaikan tata kelola dan ketepatan sasaran implementasi.

“Apabila anak-anak kita secara fisik sehat karena asupan gizi yang baik, dan diimbangi dengan kognisi serta literasi yang baik dari sekolah, Insyaallah dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, program ini akan melahirkan generasi-generasi unggul yang good and smart,” ujar Guru Besar Ilmu Politik dan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Cecep Darmawan seperti dikutip, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Dukung Program MBG, KPK Beri Catatan Ini

Menurut Cecep, program MBG tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi, terutama di tingkat daerah. Dengan pengelolaan yang transparan dan terintegrasi, program ini dapat menggerakkan rantai pasok pangan lokal serta menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Meski demikian, ia menilai kritik terhadap implementasi MBG yang ramai di ruang publik merupakan hal yang wajar sebagai bentuk kontrol sosial. Masyarakat diingatkan untuk memiliki literasi media yang baik agar dapat memilah antara kritik konstruktif dan informasi yang tidak berdasar.

Ia menekankan bahwa berbagai kelemahan dalam pelaksanaan di lapangan harus segera diperbaiki, mulai dari aspek manajerial hingga standar operasional dapur. Menurutnya, pembenahan implementasi jauh lebih penting dibandingkan mempertanyakan tujuan program secara keseluruhan.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *