Ini Cara Mengenali saat Pasar Bersiap Melakukan Pergerakan Besar



loading…

Para trader besar biasanya tidak masuk ke pasar secara bersamaan. Sebaliknya, mereka melakukan trading secara bertahap saat pasar sedang tenang. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA – Kejutan di pasar tidak terjadi tanpa sebab yang mendahuluinya. Penembusan tampak tak terduga karena terjadi setelah fase persiapan yang matang, di mana likuiditas , pengaturan posisi, dan tekanan telah terakumulasi di balik layar selama beberapa waktu.

Munculnya momentum dapat didahului oleh tindakan penyeimbangan pasar. Harga bergerak lebih lambat, volatilitas berkurang, dan para trader mulai menempatkan order mereka pada level yang jelas. Lingkungan pasar ini mungkin memberikan lebih banyak keuntungan bagi trader yang berpengalaman daripada prakiraan arah pasar apa pun. Baca juga: Pentingnya Psikologi Pengendalian Diri dalam Dunia Trading

Mengapa Pasar Bergerak Semakin Cepat?
Aksi harga yang cepat terjadi akibat ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Ketika permintaan melebihi penawaran, harga berpotensi naik, tetapi ketika sebaliknya terjadi, harga mungkin akan turun hingga tercapai keseimbangan yang baru.

Para trader besar biasanya tidak masuk ke pasar secara bersamaan. Sebaliknya, mereka melakukan trading secara bertahap saat pasar sedang tenang. Ini sebabnya mengapa periode volatilitas rendah terkadang bisa menjadi signifikan.

Peran Konsolidasi
Konsolidasi cenderung terjadi sebelum tren besar muncul. Kandil mulai saling tumpang tindih, volatilitas menurun, dan harga tampaknya bergerak sideways. Periode aktivitas yang rendah ini sering kali menjadi cikal bakal pola penembusan.

Selama konsolidasi, likuiditas mulai terbentuk pada titik support/resistance dan order stop mulai terbentuk di luar rentang. Kemudian penembusan palsu menjebak para trader yang terlalu cepat bertindak dan intensitas pasar meningkat di sekitar level kunci.

Konteks Itu Penting
Setiap penembusan mungkin bervariasi dalam kekuatannya. Penembusan yang sejalan dengan tren pada kerangka waktu yang lebih tinggi berpotensi menunjukkan pergerakan yang lebih kuat dibandingkan dengan yang berlawanan. Terlebih lagi, penembusan yang terjadi setelah periode konsolidasi yang lebih panjang mungkin memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan dengan penembusan dalam rentang yang sempit.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *