
loading…
Seorang pria melintas di dekat pembangkit listrik Ilijan di desa pesisir Ilijan, Provinsi Batangas, sebelah selatan Manila, Filipina, pada Selasa, 8 Agustus 2023. FOTO/AP
“Setiap bulan tanpa pengiriman LNG melalui Selat Hormuz menyebabkan kehilangan pasokan sekitar 10 miliar meter kubik dan memaksa revisi ke bawah prospek permintaan di wilayah impor utama,” demikian pernyataan IEA dikutip dari The National, Kamis (30/4).
Baca Juga: OPEC+ Bergejolak, Akankah Rusia Ikuti Jejak Uni Emirat Arab?
Penurunan tajam pasokan LNG tersebut sangat kontras dengan puncak pertumbuhan hampir 17% yang tercatat pada Januari lalu. IEA menyebut permintaan menurun di pasar impor LNG utama, yang diperburuk oleh faktor cuaca, harga lebih tinggi, serta kebijakan penghematan permintaan di berbagai negara.
Beberapa negara Asia, yang sebagian besar sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah sedang melakukan langkah penghematan permintaan dan penggantian bahan bakar untuk mengurangi penggunaan gas alam. IEA mencatat lembaga tersebut memiliki 32 negara anggota dan 13 negara asosiasi yang terdampak dinamika ini.
IEA menyatakan bahwa setiap bulan tanpa pengiriman LNG melalui Selat Hormuz menyebabkan kehilangan pasokan sekitar 10 miliar meter kubik (bcm). Hal itu, menurut para analis lembaga tersebut, mengakibatkan revisi ke bawah terhadap prospek permintaan di wilayah-wilayah impor utama.